Program Latihan Fisik membahas panduan dan tutorial olahraga freeletics, gym, fitnes rumahan, dan bodyweight workout.

Monday, December 12, 2016

Ilmu Gym vs Freeletics

Ilmu fitness yang identik dengan olahraga kebugaran angkat beban (freeweight) dan olahraga yang mengandalkan banyak alat (machine) ternyata berbeda dengan ilmu yang diajarkan di olahraga freeletics. Eitsss.. Tapi tunggu dulu. Tidak 100% berbeda. Baca artikel saya sampai selesai.

Saya tertarik mengupas tuntas artikel mengenai "ilmu gym vs freeletics" karena sejak adanya freeletics tahun 2013 dan sudah merambah ke Indonesia, banyak pendapat yang menyatakan bahwa freeletics sangat berbeda dengan fitness. Pendapat yang sering saya dengar adalah bahwa dalam ilmu fitness, sangat tidak disarankan untuk melatih otot perut dengan ratusan kali sit up. Terutama bagi tipe badan endomorph (badan gemuk), ilmu gym mengatakan bahwa percuma sit up 200 x, tidak akan membuat perut menjadi six pack. Nah, tapi kenyataanya dalam ilmu freeletics justru mengatakan sebaliknya. Dalam satu sesi latihan freeletics, kita bisa dilatih sampai 100 x sit up bahkan lebih.

       Sebagai contoh, kita ambil menu latihan freeletics Dione. Pada menu Dione, kita dilatih untuk melakukan satu sesi latihan yang ada menu sit up nya sebanyak 50 repetisi dan dilakukan 3 set. Belum lagi ditambah latihan 50 leg levers yang juga dilakukan 3 set. Leg levers juga melatih otot perut. Kalau ingin mengetahui nama2 dan gerakan2 simpel olahraga freeletics, silahkan baca postingan: Gerakan2 Lengkap Dalam Freeletics. Coba anda hitung, berarti dalam satu kali latihan itu sudah bisa melakukan sit up sampai 150 kali dan leg levers 150 kali. Total = 300 kali latihan otot perut. 

      Sedangkan kalau dalam ilmu gym, sit up sebanyak itu tidak dianjurkan. Yang diperlukan itu adalah banyak latihan kardio untuk membakar lemak. Saya sendiri dulu sudah pernah ke tempat gym, jauh sebelum Saya mengenal freeletics. Bahkan di tempat gym pun, saya ndak pernah lihat orang2 di tempat fitnes, mulai dari yang pemula sampai yang sudah senior yang badannya gede2 melakukan sit up sampai 100 kali. Paling2 mereka kalau sit up cuma 12-15 kali dan dibagi dalam 3 set.  

Fitness dan Olahraga Bodyweight

      Selain itu, di tempat fitnes, jarang orang2 melakukan olahraga bodyweight (olahraga yang mengandalkan berat tubuh sendiri), contohnya seperti push up. Paling2 hanya sit up dan pull up tapi jumlahnya tidak sebanyak sit up dan pull up di olahraga freeletics. Saya sendiri yang dulu suka nge-gym dan teman2 saya yang juga suka nge-gym ternyata sama2 jarang melakukan olahraga push up di tempat fitness. Biasanya kalau di tempat fitnes, ya bawaannya dumbeell, barbel, atau pakai mesin. 

Tetapi kalau di freeletics, bodyweight, seperti push up dan pull up itu sudah jadi makanan pokok, dan dalam sekali latihan bisa dilakukan sampai 50 kali lebih. Sudah jelas karena freeletics adalah olahraga bodyweight. Tidak pakai beban sama sekali, seperti dumbell atau barbel. Olahraga squat dalam freeletics pun dilakukan tanpa beban, tapi bisa dilakukan sampai 300 kali squat. Sementara kalau di tempat fitnes, olahraga squat hanya dilakukan 10-12 kali tapi dengan barbel di pundak sebagai pemberat.

Sudah jelas sekali perbedaannya.....  
Cardio Gym Vs Freeletics

Kalau anda pernah atau sedang menekuni olahraga fitnes, yang hobi ke tempat fitnes tentu ada cardio. Cardio adalah olahraga yang dilakukan untuk membakar lemak, dengan menggerakkan tubuh kita dan tentunya akan mengeluarkan banyak keringat. Di olahraga freeletics pun ada cardio. Nah, apa lalu bedanya? 

Intinya, cardio dalam latihan freeletics jauh lebih bervariasi dan lebih menguras stamina dibandingkan cardio di tempat gym. Itulah kenapa freeletics disebut juga dengan olahraga Super High Intensive Interval Training (HIIT), bukan HIIT biasa. Di tempat fitnes, kardio yang sangat umum adalah treadmill (lari di tempat menggunakan alat treadmill). Kecepatannya pun bisa diatur. Di tempat gym biasanya kardio juga bisa lari beberapa putaran. Selain itu kardio di tempat gym yang biasa dialkukan orang2 adalah sepeda statis. Kalau pengalaman saya dulu, kebanyakan kardio di tempat gym yang banyak dilakukan ada 2, yaitu treadmill dan sepeda statis. 

Kalau cardio di olahraga freeletics, variasinya jauh lebih banyak. Tapi gerakannya sangat simpel dan saya rasa gerakannya pun sangat familiar. Contohnya, seperti lompat, jumping jacks, burpee, lari, climber. Seperti jumping jacks misalnya, terkesan seperti gerakan pemanasan biasa, tapi anda harus melakukan sampai 75 kali dan diulangi sampai 3 repetisi. Itulah mengapa freeletics dikatakan olahraga super HIIT. Tentunya, cardio di freeletics sangat berbeda dengan cardio di tempat fitnes, karena biasanya cardio di tempat fitness menggunakan alat seperti sepeda statis, sedangkan kalau di freeletics, anda tidak perlu menggunakan alat apapun. Semuanya, 100% bodyweight (mengandalkan berat badan sendiri). 

Kesamaan Gym dan Freeletics

Nah, di dalam perbedaan ilmu gym dan freeletics tetap ada kesamaannya. Kesamaannya sih memang tidak banyak. Kesamaan yang krusial saya hanya bisa temukan satu saja. Kesamaannya adalah: sama2 melakukan cardio. Tadi, di awal sudah saya jelaskan bahwa olahraga fitness tidak menganjurkan sit up sampai ratusan kali, karena sit up ratusan kali tetap tidak akan membentuk otot perut. Lebih baik banyak berlatih cardio untuk membakar lemak, kemudian baru dikombinasikan dengan sit up.

Dalam freeletics, dianjurkan untuk sit up sampai 100 kali lebih dalam sekali latihan, tapi di dalam satu menu latihan terdapat latihan cardio yang cukup berbobot. Intinya, freeletics pun sebenarnya tidak meganjurkan kalau olahraga membentuk perut six pack hanya dilakukan dengan sit up saja, tapi haus dikombinasikan dengan kardio super HIIT, yang cukup melatih stamina anda para pencinta olahraga. 

Jadi, sebenarnya ilmu gym dan freeletics dalam hal cardio itu secara tidak langsung tetap saling mendukung. Hanya saja, caranya berbeda. Keduanya, sama2 mengharuskan untuk melakukan latihan cardio untuk mendapatkan fisik yang lebih optimal. Dari pemaparan ini, semoga bisa membantu anda untuk memahami lebih dalam mengenai ilmu gym dan ilmu freeletics. 

Bagi anda yang suka olahraga murah meriah dan tidak keluar banyak biaya, tidak perlu melulu pergi ke tempat kebugaran, tapi bisa membentuk badan dengan optimal, maka olahraga freeletics adalah pilihannya. Ingin mengetahui lebih dalam? Silahkan disimak artikel: Kalkulasi Perbandingan Biaya Gym Vs Freeletics. 

0 komentar:

Post a Comment

Ayo Berkomentar di Web Program Latihan Fisik